Entri Populer

Selasa, 10 Agustus 2010

IBU

IBU

kilasan waktu memagut
berdiri pada kanal tertinggi
menguak kisi-kisi mega bertaut
tiada henti tentangmu pertiwi

dulu engkau adalah lautan biru menggebu
di dalamnya terkandung beragam budaya dan harta
ada milikku satu di sana
lalu semuanya melebur dalam gempita janji untuk negeri

dulu bila kupandang saujana
maka terbersit betapa kaya dirimu
dalam kalungan mutiara satwa
dilimpahi rasa patriotisme yang menggebu
sebelum semuanya kelu

sekarang menatapmu
tak ubahnya seperti ibu yang kuyu
menahan pilu memendam geram
terkeram dalam emosi kasih tiada batas

sekarang memandangmu
seperti menapaki setiap jejak-jejak wajah ibu
setiap goretan di negerimu adalah keluhan
kebisuanmu telah membungkam alam
kediamanmu kerap menutup jalan
bahkan jalan untuk membangunkanmu
Ibu...


(10 Oktober 2010, Amoruli)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar